Macam-macam Vaksin Yang Dianjurkan
Posted by admin on 21/09/2009
Untuk menambah kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit, diperlukan adanya pemberian vaksin atau kita kenal dengan istilah imunisasi. Beragai vaksin dianjurkan baik untuk anak-anak maupun dewasa.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Klise. Tapi, bayangkan jika tiba-tiba Anda terserang sakit berat. Badan payah, pengobatan tak habis-habis. Barulah kita merasakan betapa mahalnya sehat. Betapa pentingnya pencegahan. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah imunisasi. Mudah serta dapat menghambat kemungkinan penularan penyakit tertentu dengan cara pemberian vaksin dengan cara menimbulkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif. Imunisasi konon dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
Manfaat imunisasi pada anak telah diyakini dapat mencegah penularan berbagai penyakit infeksi. Untuk itu, pemerintah telah melaksanakan program imunisasi pada anak tingkat pelayanan primer. Namun. tak hanya bayi-bayi baru lahir, anak-anak usia sekolah yang berisiko terserang penyakit menular yang mematikan seperti difteri, tetanus, hepatitis B, Influenza, Typhus, rasdang selaput otak, radang paru-paru, dsb., orang dewasa pun sama-sama memiliki resiko tinggi.
Jadi, orang dewasa pun perlu imunisasi.
Kapan Mulai Diberikan?
Profesi kedokteran di Indonesia sudah saatnya mengkaji pemberian imunisasi bagi kelompok orang dewasa di Indonesia. Demikian Prof. Dr.dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, KAI, FACP yang desertasinya mengenai Imunisasi Dewasa Upaya Mendukung Indonesia Sehat 2010 pada pengukuhan guru besar tetap dalam ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu.
Sayangnya, manfaat imunisasi pada orang dewasa belum sepenuhnya diyakini oleh petugas kesehatan apalagi oleh orang awam. Padahal American Society of Internal Medicine dalam pertemuan tahunannya di Atlanta, Amerika Serikat, menegaskan kembali, bahwa imunisasi pada orang dewasa dapat mencegah kematian seratus kali lipat akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dibandingkan pada anak. Jadi, terdapat peluang besar untuk mencegah kematian pada orang dewasa melalui imunisasi.
Imunisasi yang berikan pada masa anak-anak hanya merupakan imunisasi dasar. “Walau sudah mendapat imunisasi dasar, bukan berarti imunisasi orang dewasa tak penting lagi. Jadi pemberian imunisasi waktu kecil seperti DPT, masih bisa diperkuat lagi dengan imunisasi pada masa dewasa. Sebab, penyakit itu bisa datang kapan saja, terlebih bagi orang yang belum pernah mendapat imunisasi sama sekali,” tambah Dr. Ayi Djembarsari, MARS, Kepala Instalasi Rawat Jalan di RS Kanker “Dharmais” Jakarta yang juga menangani Imunisasi Dewasa ini.
Biasanya, imunisasi dewasa diberikan mulai usia 19 tahun, dan pada keadaan khusus seperti usia lanjut yang rentan terkena penyakit akibat daya tahan tubuh yang makin menurun, dan orang yang senang bepergian ke luar negeri.
Traveller Harus Imunisasi
Indikasi imunisasi pada orang dewasa didasarkan pada riwayat paparan, risiko penularan, usia lanjut, imunokompromais dan rencana bepergian. Imunokompromais adalah orang yang memiliki daya tahan tubuh yang tidak baik karena suatu penyakit tertentu yang dideritanya. Sedangkan riwayat paparan, dimana seseorang misalnya pernah terjatuh dan terkena tetanus. “Orang seperti itu harus diberi imunisasi berupa vaksin tetanus,” tambah Dr. Ayi.
Sementara itu, penggunaan imunisasi influenza dan pneumokok pada usia lanjut di Amerika Serikat, telah dijadikan program pemerintah karena secara nyata program ini dapat menurunkan angka kematian dan risiko perawatan di rumah sakit. Di Amerika juga ada Pekan Peduli Imunisasi Dewasa yang dilaksanakan setiap bulan Oktober.
Begitu pentingnya orang dewasa mendapat imunisasi, membuat WHO pun menetapkan wisatawan yang akan bepergian ke Afrika Selatan perlu mendapat vaksin yellow fever. Kalangan petugas kesehatan yang berkaitan langsung dengan pasien, juga berisiko terhadap penularan penyakit, terutama Hepatitis B. Selain petugas kesehatan, pekerja lain yang berada di lingkungan kerja tertentu, lingkungannya bisa menyebabkan infeksi, contohnya lingkungan yang tercemar agen biologis. Penyaji boga yang terkontaminasi virus Hepatitis B dapat menularkan penyakitnya kepada pekerja lain yang mengkonsumsi makanan tersebut. Karena itu mereka perlu imunisasi.
Semua orang dewasa memerlukan imunisasi melalui vaksinasi. Vaksin adalah antigen yang bersifat aktif maupun inaktif yang berasal dari mikrorganisme atau racun yang dilemahkan, yang dimasukkan ke dalam tubuh, baik melalui mulut ataupun suntikan untuk membentuk kekebalan aktif.
Pada Keadaan Khusus
Pada keadaan khusus, orang dewasa harus diberikan vaksinasi. Yaitu, vaksinasi pada usia lanjut dan vaksinasi untuk jemaah haji, dan pada traveller seperti wisatawan atau ekeskutif dengan jam terbang tinggi.
Sebagaimana diketahui, bahwa populasi usia lanjut di Indonesia semakin bertambah. Angka kematian akibat infeksi pada pasien usia lanjut meningkat seiring dengan menurunnya status imun mereka. Angka kematian yang tinggi disebabkan antara lain oleh infeksi bakterial di paru-paru.
Imunisasi pada traveller harus dilakukan, karena perjalanan dapat berdampak negatif pada kesehatan seseorang. Pemberian imunisasi berguna untuk mencegah traveller mendapat infeksi penyakit menular di tempat tujuan, mencegah traveller membawa penyakit menular dari tempat keberangkatan, serta berguna mencegahnya membawa penyakit menular dari tempat tujuan ke tempat pemberangkatan.
Dalam daftar WHO, Indonesia termasuk negara yang endemik berbagai penyakit menular. Traveller ke Indonesia dianjurkan untuk mendapat imunisasi hepatitis A, hepatitis B, tuberkulosis, rabies, dan Japanese encephalitis. Sedangkan imunisasi meningitis meningokok adalah imunisasi wajib ke Arab Saudi bagi traveller internasional, terutama jemaah haji dan umrah. Imunisasi traveller dapat diperoleh di Travel Clinic dan Klinik Imunisasi Dewasa.
Sedangkan calon jemaah haji dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci. Salah satunya dari Afrika yang merupakan daerah untuk meningokokus. Jemaah haji Indonesia yang pada umumnya belum memiliki kekebalan terhadap meningokokus akan berisiko untuk tertular dari jemaah haji negara lain. Penyakit ini pernah menimpa jemaah haji, termasuk Indonesia pada tahun 1987. Jumlah jemaah haji Indonesia yang terserang penyakit tersebut ada 99 kasus dan 40 di antaranya meninggal. Olehnya itu, sejak tahun 1988, pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi meningitis terhadap seluruh jemaah haji/umroh/TKI. Vaksin lain yang diberikan adalah vaksin influensa.
Macam-Macam Vaksin yang Dianjurkan
Dr. Samsu juga mengatakan, imunisasi dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. “Program imunisasi yang dilaksanakan dengan baik bahkan dapat mencapai tujuan akhir yaitu eradikasi penyakit,”tambah direktur pada RS Kanker “Dharmais” Jakarta ini.
Menurutnya imunisasi yang dapat diberikan kepada orang dewasa meliputi Tetanus dan difteria (Td), Measles, Mumps, Rubella (MMR), Influenza, Pneumokok, Hepatitis A dan Hepatitis B, Meningokok dan Varisela. Sementara vaksin lain yang juga dapat diberikan adalah vaksin demam tifoid (untuk pekerja jasa boga dan wisawatan yang berkunjung ke daerah endemik), Yellow fever (untuk yang berkunjung ke Afrika Selatan), Japanese encephalitis (untuk wisatawan yang berkunjung ke daerah endemis di Asia dan tinggal lebih dari satu bulan) serta Rabies.
Vaksin Hepatitis A
Virus Hepatitis A adalah virus RNA yang termasuk dalam keluarga virus picorna. Virus ini masuk ke dalam sirkulasi ke hati dan kembali dikeluarkan ke saluran cerna melalui cairan empedu. Virus ini menimbulkan penyakit Hepatitis A, dimana terjadi peradangan difus pada hati. Di Indonesia , angka kejadian penyakit ini cukup tinggi. Perbaikan sanitasi dan higiena di Indonesia, akan memperkecil paparan penyakit ini pada penduduk usia muda, sehingga lebih banyak di antara mereka yang belum memiliki kekebalan alami di usia dewasa.
Vaksin Hepatitis B
Infeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan masalah kesehatan global. Diperkirakan HVB telah menginfeksi 2 miliar penduduk dunia, 300 juta diantaranya menjadi pengidap kronik dan setiap tahunnya lebih dari 250 ribu pengidap meninggal akibat penyakit hati. Infeksi VHB kronik dapat menyebabkan hepatitis, sirosis dan kanker hati pada anak maupun dewasa. Sebagian besar komplikasi infeksi kronik seperti sirosis dan kanker hati pada orang dewasa, infeksi primernya pada bayi ataupun anak-anak.
Tifus Abdominalis
Tifus abdominalis adalah suatu infeksi sistemik yang disertai demam, sakit kepala, kelesuan, anoreksia, bradikardi relatif, dan kadang-kadang pembesaran dari limpa atau hati atau kedua-duanya. Di saluran cerna dapat terjadi perdarahan. Faktor risiko terbesar menurut suatu studi di Mekong-Vietnam adalah risiko penyebaran di lingkungan keluarga penderita.
Campak (mumps), Gondongan (measles) dan Rubela (MMR)
Gejala pertama biasanya timbul 10 – 12 hari masa inkubasi setelah tertular melalui udara atau ludah. Demam timbul biasanya dalam empat hari dan dapat mencapai suhu 40,6 derajat. Bercak kemerahan biasanya menyatu pada muka dan tubuh bagian atas, bila ditekan berwarna kepucatan.
Gondongan disebabkan oleh virus saluran nafas dan organ yang sering terlibat biasanya kelenjar ludah. Virus biasanya terdapat pada saliva (ludah) dan air kencing dalam jangka waktu lama. Sedangkan rubela ditandai gejala klinis berupa demam, nyeri sendi, pembengkakan kelenjar limfe suboksipital. Sebelum tersedia vaksin Rubela, penyakit ini sering dijumpai pada anak-anak dan dewasa muda.
Pneumokok
Penyakit infeksi ini disebabkan oleh Streptokok pneumonia dan merupakan infeksi yang cukup tinggi prevalensinya dalam perawatan di rumah sakit. Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur dan dapat menjadi infeksi yang serius pada paru (pneumonia), darah (bakterimia), otak (meningitis), sinus nasal (sinusitis) dan telinga tengah (otitis media). Lebih dari 500 ribu kasus pneumonia pnemumokok ditemukan di US, dengan 40 ribu kematian setiap tahun. Penularannya melalui batuk, bersin, dan kemudian udara yang mengandung bakteri tersebut dihirup oleh manusia lain atau dapat melalui close contact dengan jarak kurang dari dua meter.
Meningokokus
Merupakan radang selaput otak yang disebabkan bakteri, antara lain Streptococcus pneumonia, Neisseria meningitis (meningokokus) dan Haemophilus influenzae. Meningokokus merupakan sebab utama mortalitas dari infeksi bakteri akut di seluruh dunia. Di AS, penyakit ini biasanya menyerang penderita usia 2-18 tahun. Dan diperkirakan terdapat 2600 kasus penyakit meningokokus sistemik dan separuhnya disertai meningitis.
Japanese Encephalitis
Penyakit ini disebabkan oleh virus dan ditemukan di Cina, India serta Asia Tenggara. Manusia dapat terinfeksi melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi. Penularan umumnya terjadi di daerah pedesaan misalnya sawah, peternakan babi dan daerah air tergenang. Vaksin ini dianjurkan untuk wisatawan yang akan berkunjung lebih dari sebulan ke daerah endemis. Vaksin JE VAX adalah vaksin yang berasal dari otak tikus yang dinonaktifkan dengan formalin.
Varisela
Varisela disebabkan oleh virus varisela-zoster (VVZ). Virus ini menyerang anak-anak dan dewasa. Penyakit ini sangat menular dengan masa penularan tujuh hari dihitung timbulnya gejala klinik. Gejala klinis seperti demam, rasa lemah, nyeri kepala yang kemudian diikuti oleh erupsi kulit. Vaksin varisela juga mencegah atau mengurangi komplikasi infeksi seperti pneumonia atau ensefalitis. Pemberian vaksin dianjurkan pada orang 13 tahun ke atas atau yang berisiko terpapar seperti guru,pengasuh anak, mahasiswa, karyawan, anggota militer, wanita usia subur yang tidak sedang hamil, remaja dan dewasa yang hidup bersama anak-anak.
Dimana Anda Bisa Imunisasi?
Saat ini, dua rumah sakit RSCM dan RS Kanker “Dharmais” telah menyediakan klinik untuk imunisasi dewasa. Khusus RS Kanker “Dharmais, imunisasi dewasa ini baru diresmikan pada 28 Januari lalu. “Mungkin karena saat ini arus informasi begitu cepat, saat ini sudah cukup banyak orang yang datang untuk imunisasi. Masyarakat sekarang sudah lebih terbuka, ya. Kebanyakan mereka ke sini untuk imunisasi influensa,” ungkap dr. Ayi. Selain itu, juga ada yang mendapat vaksin hepatitis A, hepatitis B, tifoid. Di RS Dharmais, menyediakan berbagai vaksin seperti hepatitis A, hepatitis B, tifoid, mmr, varisela, tetanus, dan pneumonia.
sumber : cybermed.cbn.net.id
Related Post
Leave a comment, and if you'd like your own picture to show up next to your comments, go get a gravatar!








